BALI, DigiTVNews.com -- Pengembang gim Indonesia punya panggung baru untuk mencari mitra bisnis dan pendanaan dari luar negeri. Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) bersama Asosiasi Game Indonesia (AGI) menggelar Indonesia Game Developer Exchange (IGDX) Business & Conference 2026 di Bali Beach Convention, Sanur, pada 21-23 Oktober 2026. Acara ini menjadi bagian dari Bali Tech Week 2026.
Forum tersebut mempertemukan ratusan studio gim dengan 66 publisher dan investor dari 31 negara. Jumlah studio yang dilaporkan berbeda antarmedia, ada yang menyebut 244 dan ada yang 339. Yang jelas, pesertanya beragam, mulai dari tim indie kecil sampai perusahaan yang gimnya sudah dirilis di pasar internasional.
Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kemkomdigi Edwin Hidayat Abdullah mengatakan, dalam pembukaan di Denpasar pada Rabu (21/10/2026), pasar gim Indonesia kini bernilai lebih dari USD 2 miliar dengan lebih dari 80 juta pemain. Angka itu menunjukkan besarnya pasar dalam negeri, tetapi belum menggambarkan pendapatan yang diterima pengembang lokal. Karena itu, pemerintah mendorong studio nasional agar menjangkau pemain di luar negeri.
Edwin berharap pelaku industri tidak hanya mengikuti perubahan global. Mereka diharapkan ikut menciptakan inovasi dan tampil sebagai pemain yang diperhitungkan. IGDX 2026 mengusung tema Building a Thriving Ecosystem with Creative Resilience. Menurut Edwin, ketahanan kreatif bukan hanya soal bertahan, melainkan juga terus berinovasi sampai karya Indonesia diakui di luar negeri.
Salah satu fokus IGDX 2026 adalah pertemuan bisnis antara pengembang, publisher, dan investor. Skema ini membuka peluang pendanaan, distribusi, dan penerbitan gim. Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Kemkomdigi, Sonny Hendra Sudaryana, menyebut rangkaian acara ini sebagai kesempatan bagi studio lokal untuk memperkenalkan karya, belajar dari pelaku industri lain, dan menjajaki pasar internasional.
Kemkomdigi juga membuka akses program Garuda Spark bagi perusahaan gim yang hadir di IGDX. Pemerintah turut mendorong studio beradaptasi dengan kecerdasan artifisial (AI), teknologi imersif, dan perubahan kebutuhan pasar.
Presiden AGI Shafiq Husein mengajak pelaku industri memanfaatkan IGDX untuk membangun kerja sama jangka panjang. Menurutnya, kreativitas, keberanian, kesabaran, dan resiliensi diperlukan untuk memperkuat daya saing. Kemitraan yang menghasilkan investasi dan penerbitan, kata AGI, dapat membantu studio mengembangkan kekayaan intelektual berciri Indonesia sekaligus membuka akses ke pasar global.
Ke depan, keberhasilan IGDX 2026 akan terlihat dari kesepakatan yang lahir setelah pertemuan di Sanur dan karya lokal yang benar-benar menembus pasar internasional.
Belum ada komentar yang ditayangkan.