JAKARTA, DigiTVNews.com -- Wartawan terbiasa mengejar tenggat dan sering lupa pada kesehatannya sendiri. Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto kini menyasar kelompok ini, yakni wartawan senior.
Kegiatan CKG bagi ratusan anggota Serikat Wartawan Senior Indonesia (SWSI) digelar di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta Selatan, Senin (26/10/2026). Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin hadir dalam acara yang diselenggarakan Kemenkes bersama SWSI tersebut. Menurut Menkes, wartawan paling senior yang ikut berusia 86 tahun.
Meutya mengapresiasi kegiatan itu. Ia menilai CKG kontekstual bagi wartawan senior yang karena tuntutan pekerjaan sering kali lupa memeriksakan kesehatan. Sebagai mantan jurnalis, ia mengatakan wartawan selalu dikejar tenggat, dan setelah pensiun pun keluhan sakit kadang tidak terasa. Dari sejumlah pemeriksaan, disebutkan ada kondisi kesehatan peserta yang memerlukan perhatian tambahan, dan hipertensi disebut banyak ditemukan. Peserta yang butuh penanganan lanjutan diarahkan memanfaatkan BPJS Kesehatan.
Meutya menekankan pemeriksaan semacam ini perlu diikuti tindak lanjut yang konsisten, terutama deteksi dini risiko penyakit. Menkes sendiri menggunakan kesempatan itu untuk mendorong pencegahan penyakit kronis. Program ini mengusung semboyan Wartawan Senior Sehat Negara Lebih Kuat.
Dalam kesempatan yang sama, Meutya menyinggung kesehatan jiwa pekerja media. Menurutnya, wartawan rentan terhadap tekanan karena setiap hari menyerap banyak informasi, terutama saat bertugas di wilayah berisiko tinggi. Ia mendorong perusahaan media menjalankan debriefing, yaitu memberi jeda bagi wartawan di antara satu penugasan berat dan penugasan berikutnya. Wartawan pun diminta mengenali batas diri dan tidak ragu mengambil waktu rehat.
Meutya menegaskan kesehatan wartawan terkait langsung dengan mutu informasi publik. Wartawan senior, katanya, selama ini menjaga pemberitaan sesuai fakta, mematuhi kode etik, dan mempertimbangkan dampak berita bagi masyarakat. Dengan kondisi yang sehat, mereka dapat meneruskan nilai-nilai itu kepada wartawan muda.
Ia berharap ada kegiatan bersama Komdigi ke depan untuk membagikan prinsip dasar jurnalistik kepada wartawan yang lebih muda. Pengalaman dan perspektif wartawan senior, menurutnya, sangat dibutuhkan untuk menjaga kualitas informasi publik, terutama di tengah arus misinformasi.
Rencana kegiatan bersama itu belum disertai jadwal. Hasil pemeriksaan peserta pun tidak dirinci per orang, sehingga yang dapat dipastikan baru bentuk layanan dan arah tindak lanjutnya.
Belum ada komentar yang ditayangkan.