Senin, 26 Oktober 2026 · WIBE-Paper   Live TV   Podcast   Newsletter
BREAKING
Lonjakan Kebutuhan Listrik Pusat Data Dorong Pemerintah Rapatkan Barisan dengan Pengusaha Daerah ◆ Dari Bali, Indonesia dan Malaysia Rapatkan Barisan Jaga Anak dari Risiko Internet ◆ Listrik, Air, dan Jaringan Cadangan Jadi Syarat Pusat Data AI Melangkah ke Timur Nusantara ◆ Insinyur AI hingga Ahli Siber Diburu, Pemerintah Rancang Fondasi Ekosistem Digital Tepercaya ◆ Dari Nusa Dua, Indonesia Ajak Negara Berkembang Ikut Menentukan Arah Internet Dunia
TEKNOLOGI

Dari Bali, Indonesia dan Malaysia Rapatkan Barisan Jaga Anak dari Risiko Internet

Indonesia dan Malaysia sepakat memperkuat kerja sama pelindungan anak di ruang digital melalui penguatan regulasi, pengawasan platform, dan mekanisme verifikasi usia. Menkomdigi Meutya Hafid dan Menteri Komunikasi Malaysia Fahmi Fadzil membahasnya di sela hari kedua Bali Tech Week 2026 di Denpasar. Malaysia mengandalkan Online Safety Act dengan Child Protection Code, sementara Indonesia memiliki PP TUNAS, dan kesamaan pendekatan ini diharapkan mendorong standar yang lebih seragam di ASEAN.

Maulida Syifa Ar Rifhani · 26 Oktober 2026, 04:59 WIB · Diperbarui 26 Oktober 2026, 11:39 WIB · 4 dibaca
rangkaian kegiatan hari kedua Bali Tech Week 2026
— Foto: Komdigi

BALI, DigiTVNews.com -- Keselamatan anak saat berselancar di internet menjadi isu bersama yang kini dibawa Indonesia dan Malaysia ke meja diskusi tingkat menteri. Kedua negara membahas penguatan regulasi pelindungan anak di ruang digital, termasuk penerapan mekanisme verifikasi usia untuk membatasi akses anak ke konten dan layanan yang tidak sesuai.

Pembahasan itu berlangsung antara Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid dan Menteri Komunikasi Malaysia Datuk Seri Fahmi Fadzil pada hari kedua Bali Tech Week 2026 di Denpasar, Bali, Selasa (20/10/2026). Menurut Komdigi, kedua negara memiliki kesamaan pandangan tentang pentingnya melindungi anak seiring meningkatnya risiko penggunaan internet.

Fahmi menyampaikan bahwa pendekatan regulasi Malaysia sejalan dengan Indonesia. Negaranya menerapkan Online Safety Act (ONSA) yang memuat Child Protection Code atau Kode Pelindungan Anak. Ia menyebut Malaysia juga tengah mempertimbangkan mekanisme verifikasi usia untuk memperkuat pelindungan tersebut.

Fahmi menilai pelindungan anak merupakan bagian penting dari ekonomi digital yang aman dan berkelanjutan. Menurutnya, upaya itu harus dimulai dengan memastikan anak-anak lebih terlindungi saat berada di ruang digital.

Ia juga mengapresiasi langkah Indonesia lewat Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak, yang dikenal sebagai PP TUNAS. Apresiasi itu mencakup keterbukaan Indonesia berdialog dengan perusahaan teknologi besar. Fahmi menegaskan pelindungan anak tidak cukup hanya dengan menyusun regulasi.

Meutya menjelaskan bahwa Komdigi bekerja dengan tiga pilar transformasi digital, yaitu Terhubung, Tumbuh, dan Terjaga. Ketiganya dimaksudkan agar perluasan konektivitas menghasilkan pertumbuhan ekonomi sekaligus melindungi masyarakat. Ia menekankan keselamatan anak perlu menjadi perhatian bersama, sejalan dengan upaya memperluas konektivitas dan mendorong ekonomi digital.

Menurut Meutya, Indonesia dan Malaysia memiliki kedekatan serta kepentingan bersama untuk memastikan teknologi digital dimanfaatkan secara positif. Pertemuan kedua menteri juga menyoroti pentingnya kebijakan yang mampu mengimbangi cepatnya perkembangan teknologi dengan perlindungan dari risiko yang mengancam anak.

Kesamaan perhatian ini membuka ruang kerja sama di tingkat ASEAN. Melalui pertukaran pengalaman regulasi, dialog dengan platform digital, dan penguatan mekanisme pelindungan, negara-negara di kawasan diharapkan dapat membangun ekosistem digital yang mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus menjamin keselamatan generasi muda.

Kemajuan yang dicapai Indonesia disebut memberi ruang bagi negara kawasan untuk bertukar pengalaman. Jika pendekatan kedua negara bisa diselaraskan, perusahaan platform akan menghadapi aturan yang lebih konsisten di wilayah dengan jutaan pengguna internet usia muda.

Komentar Pembaca (0)

Komentar dimoderasi. Hindari fitnah, ujaran kebencian, data pribadi, dan materi melanggar hukum.

Belum ada komentar yang ditayangkan.

BERITA TERKAIT

NEWSLETTER DIGITV NEWS

Jangan lewatkan berita penting hari ini

Dapatkan berita pilihan, analisis, dan video terbaru DigiTV News langsung melalui email Anda.

Gratis dan dapat dihentikan kapan saja. Lihat detail newsletter